Aku Menangis Ketika Aku Iri

Aku menangis ketika Aku melihat orang lain berbuat kebaikan. Aku akan nangis lebih keras lagi ketika melihat orang yang berbuat kebaikan itu mempunyai keterbatasan yang sebenarnya membatasi orang itu berbuat kebaikan. Tapi Ia lawan keterbatasan tersebut demi kebaikan. Aku menangis karena Aku iri pada orang itu. Kebaikan yang Aku lakukan kadang masih sebatas pamrih.

Aku menangis ketika Aku melihat (maaf) orang cacat. Tangisanku lebih keras lagi ketika Aku melihat orang cacat yang mau mandiri, mau berusaha memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya tanpa membebani orang lain. Tanpa meminta belas kasihan orang lain. Aku iri pada orang itu. Aku saja yang merasa normal kadang tidak memaksimalkan fungsi akal yang Aku miliki dengan maksimal.

Tangisanku bukan karena Aku cengeng. Tapi karena Aku merasa kadang hidup ini tidak Aku manfaatkan dengan maksimal. Selain itu, tangisanku mengingatkanku akan ciptaan Allah yang tidak pernah sia-sia, tidak gagal, dan tidak untuk diragukan.

dan, Aku menangis saat Aku mengingat-Mu ya Allah.

Oleh Opan pada
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape