Hanya Satu yang Tidak Berubah

Setiap komponen di dunia ini selalu mengalami perubahan. Baik yang disadari atau tidak disadari. Yang terlihat atau tersembunyi. Siang berubah jadi malam dan sebaliknya. Ulat berubah jadi kupu-kupu. Berudu berubah menjadi katak. Kotaro Minami berubah menjadi Ksatria Baja Hitam (Kamen Rider). Eh, yang terakhir tuh inget waktu anak-anak sering nonton. Kagum banget liat orang berubah jadi manusia bertopeng (pahlawan bertopeng kata Sinchan) dan lebih kuat dari sebelumnya. Perubahan terjadi cepat atau lambat. Kita sebagai manusia, salah satu komponen dunia, tentu menyadari beberapa perubahan yang terjadi pada lingkungan kita. Perubahan besar seperti perubahan iklim akibat global warming, atau perubahan kecil berupa tumbuhnya rambut di beberapa bagian tubuh kita. Perubahan lainnya yang tanpa kita sadari adalah semakin menuanya kita hidup di dunia ini.

Bagaimana sikap kita seharusnya terhadap perubahan?
Hanya jadi penonton atau ikut terlibat di dalamnya?

Tentunya perubahan yang terjadi di sekitar kita harus kita tanggapi dengan perubahan juga. Tanpa kita lakukan tindakan pun, perubahan akan terus terjadi. Menimpa dan menggerogoti kita. Apabila kita hanya tinggal diam menyaksikan perubahan tersebut, lama-kelamaan kita akan menjadi korban dan mungkin tidak akan tertolong dengan mudah oleh diri sendiri atau orang lain. Berubah itu kadang terasa menyakitkan. Mungkin setiap orang yang pernah sakit pernah merasakan sakitnya ditusuk jarum suntik atau merasakan pahitnya obat. Namun, rasa sakit dan tidak enak tersebut tetap dilakukan untuk berubah menuju kesembuhan.

Perubahan seekor kupu-kupu dari sebuh kepompong membutuhkan perjuangan yang amat berat. Namun hal itu tetap dilakukan untuk menjadikan dirinya kupu-kupu, yang memiliki sayap yang indah, dan mampu terbang. Pernah suatu ketika seorang anak menyaksikan kupu-kupu sedang keluar dari kepompongnya melalui lubang yang sangat kecil sekali. Diperhatikannya detik demi detik bagaimana kupu-kupu itu keluar dari kepompong. Terlihat bahwa kupu-kupu yang akan menempuh hidup barunya itu susah payah untuk mengeluarkan dirinya melalui lubang yang sangat sempit. Lama-kelamaan anak tersebut merasa kasihan. Tanpa bertanya dan tanpa berpikir panjang, anak tersebut kemudian mengambil sebuah gunting dan memutuskan untuk memperbesar lubang tempat keluarnya kupu-kupu dengan harapan akan mempermudah kupu-kupu untuk keluar. Namun, apa yang terjadi? Kupu-kupu keluar dari kepompongnya tanpa memiliki sayap yang lebar, tidak mampu terbang, dan tubuhnya besar berisi cairan yang seharusnya tersebar merata ke pembuluh sayap-sayapnya. Ternyata lubang kecil tempat keluarnya kupu-kupu berfungsi memompa cairan di tubuh calon kupu-kupu agar tersebar ke pembuluh di sayap-sayapnya sehingga sayap-sayapnya berkembang dan bisa membuatnya terbang.

Lalu apa yang tidak berubah di dunia ini? Ungkapan di atas rasanya membuat kita cepat-cepat memutuskan kalau di dunia ini tidak ada yang tidak berubah. Perubahan pasti terjadi pada apa pun di dunia ini. Tapi sebenarnya ada satu yang tidak berubah. Hanya satu yang tidak berubah, yaitu PERUBAHAN itu sendiri.

Oleh Opan pada
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape