Hati-Hati Dalam Menggunakan Istilah Matematika

Matematika adalah sebuah bahasa. Masalah yang begitu kompleks bisa disampaikan dengan sederhana dan cantik melalui kalimat matematika. Dua baris penuh kalimat matematika mungkin saja kalau diterjemahkan ke dalam bahasa biasa akan menjadi berbaris-baris. Karena cantiknya bahasa matematika, beberapa orang memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan tertentu. Diantaranya ada yang menulis kalimat matematika dengan benar. Tapi beberapa lagi kadang menempatkan istilah matematika tidak semestinya. Saya menemukan beberapa orang motivator mencoba menyampaikan kalimat matematika dan menganalogikannya dengan makna lain tetapi kadang analoginya keliru. Saya pernah membaca rekan blogger yang mengulas kekeliruan salah seorang motivator dalam mengungkapkan kalimat matematika, silakan baca tulisannya di sini. Saya baca di bagian komentarnya banyak yang akhirnya mencaci beliau. Padahal menurut saya beliau sudah menyampaikan kebenaran dalam kapasitas beliau sebagai seorang matematikawan. Beliau berpendapat berdasarkan kebenaran ilmu matematika yang dipelajarinya.

Bahasa matematika tersusun atas simbol-simbol dan istilah-istilah yang bersifat unik. Walaupun ada beberapa istilah yang memiliki banyak makna, tapi konteksnya tetap berbeda. Contoh istilah yang memiliki banyak makna adalah akar. Istilah akar digunakan dalam operasi bilangan sebagai kebalikan dari operasi pangkat. Tapi istilah akar juga digunakan dalam persamaan. Makna akar dalam persamaan adalah nilai peubah persamaan yang membuat persamaan tersebut menjadi benar.

Tadi malam iseng-iseng searching tentang matematika di google dan saya mendapatkan sebuah tulisan yang didalamnya memuat istilah matematika yang menurut saya keliru. Berikut adalah kutipan tulisannya.

Jika seorang ahli matematika ditanya tentang perhitungan 100:0, maka ahli matematika tersebut akan menuliskan "∞" di papan tulis. Lambang "∞" adalah suatu symbol dalam perhitungan matematika yang berarti bahwa nilai tersebut adalah imajiner. Imajiner berarti bahwa kita tidak dapat menentukan nilai yang pasti. Imajiner berarti berada diantara ada dan tiada. Dikatakan "ada" karena nilai konkritnya ada, yaitu 100. Sedangkan dikatakan "tidak ada" karena nilai 100 itu belum nyata untuk dibagikan kepada siapa. 100:0, 50:0, 25:0, bahkan 1:0 adalah pembagian imajiner. Imajiner adalah beyond our mind. Kita tidak dapat secara realistic menyatakan suatu jawaban.

Beliau menyatakan bahwa tak hingga adalah imajiner. Ini jelas keliru karena bilangan imajiner itu kalau dikuadratkan hasilnya bilangan real. Sedangkan tak hingga kalau dikuadratkan hasilnya adalah tak hingga, bukan bilangan real. Secara definitif, bilangan i disebut bilangan imajiner jika memenuhi i2=1. Itulah definisi yang benar mengenai bilangan imajiner.

Berhati-hatilah dalam menggunakan istilah tertentu untuk tujuan apa pun. Jangan sembarangan menggunakan istilah yang tidak secara penuh dipahami. Apalagi kalau untuk tujuan ingin terlihat pintar. Jika ragu untuk menggunakan istilah tertentu, lebih baik menggunakan bahasa yang lugas saja. Tidak masalah orang lain menilai biasa, asalkan kita bisa menyampaikan pesan yang ingin kita sampaikan. Dan orang lain dapat menangkap pesan yang kita sampaikan dengan baik.

Oleh Opan pada
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape