Kali Kelima Pindah Kosan Selama di Bandung

Jadi inget pertama kali ke Bandung. Numpang tinggal di tempat sepupu. Dia ngekos di Cimahi. Ya...h, deket lah ke Bandung. Gak ngerti mau ngapain ke Bandung waktu itu. Pengen aja maen, soalnya sudah gak ada urusan lagi dengan sekolah (SMA). Kelulusan sudah diterima dan dinyatakan lulus, tinggal mikirin bagaimana selanjutnya. Sebenernya waktu diumumkan kelulusan gak terlalu bahagia. Bukan lulus SMA yang membuat saya seneng, tapi keterima di Perguruan Tinggi Negeri. Saya terlalu mengharapkan keterima di PTN dengan mudah melalui jalur non-tes. Saya ikut PMDK UPI, yang waktu itu merupakan salah satu jalur non-tes yang pantas jadi pilihan untuk masuk UPI. Entah karena niat saya kurang baik atau gimana, saya gak keterima menjadi mahasiswa UPI melalui PMDK. Niat saya jikalau sudah mengantongi kelulusan SMA dan keterima di UPI melalui jalur PMDK adalah "pengen maen-maen, jalan-jalan, nikmatin hidup, di Bandung dan sekitarnya". Padahal yang saya tahu, biasanya setelah lulus SMA orang-orang hat-heut (belajar keras) ikut bimbingan agar bisa masuk PTN melalui jalur SPMB (sekarang SNMPTN). Kejadian itu cukup buat saya down. Mau ikut bimbingan belajar, nanggung orang lain sudah setengah jalan. Saya tetep harus bayar dengan harga yang sama kalau harus bimbingan belajar. Belum nanti nyari tempat tinggal ketika ikut bimbel. Tapi saya waktu itu gak patah semangat, saya belajar dengan keras sendirian supaya bisa masuk PTN melalui SPMB. Saya salut dengan saya pada waktu itu. Saya pada masa lalu mengajarkan saya yang sekarang supaya jangan mudah putus asa. Harus terus berusaha secara maksimal untuk mencapai tujuan dan cita-cita.

Kembali ke masalah kosan. Sebelum saya sewa kosan sendiri dari uang sendiri dan atas nama sendiri, saya numpang di tiga tempat. Pertama di Cimahi, sudah diceritakan di atas. Kedua di Cicaheum, numpang di rumah kosan yang dimiliki sepupu saya. Ketiga, di kosan temen saya di Geger Kalong deket kampus UPI. Teman saya yang diceritain terakhir niy, selalu bareng dari SMP sampai kerja walaupun umur/angkatan kami beda satu tahun. SMP yang sama, SMA yang sama, sama-sama kuliah di UPI walaupun beda jurusan, dan terakhir sama-sama kerja di bimbingan belajar yang sama walaupun jadi guru mata pelajaran berbeda. Nah, sebulan kemudian setelah saya keterima di UPI yang durasinya sama dengan waktu saya numpang tinggal di kosan orang untuk terakhir kalinya, saya dapet kosan sendiri. Di kosan sendiri ini saya tinggal sendiri, bayar sendiri, dan bersihin kamar sendiri tentunya. Setahun pertama saya tetap tiggal di kosan pertama saya ini. Menjelang tahun kedua saya kabita untuk tinggal di kamar yang terletak di atas. Kayaknya enak tinggal di loteng. Maklum, rumah saya gak tingkat, jadi kalau liat loteng tuh gimana... gituh. Dan akhirnya ibu kos mengijinkan saya pindah ke kamar atas. Jadilah itu kosan kedua bagi saya. Lebih tepatnya kamar kosan kedua saya. Soalnya kamar ini masih dalam satu rumah kosan dan pemilik yang sama. Ternyata ada yang membuat saya gak betah di kamar kosan kedua ini. Sering ada kecoa -serangga yang saya phobiai- muncul dari arah toilet. Gak betah dengan keadaan itu, saya berniat pindah kosan untuk ketiga kalinya. Kosan-kosan berikutnya saya ceritakan secara singkat padat dan jelas.

Kosan ketiga: tahu dari teman kuliah saya yang bernama Anggi. Mau tinggal di sana karena kamarnya terlihat bersih dan aman dari serangga yang saya takuti. Juga banyak teman kuliah yang tinggal berdekatan. Kosan ketiga ini merupakan kosan yang saya tinggali paling lama, 3 tahun. Akhirnya saya memutuskan pindah dari tempat kosan ini karena ingin mencari kosan yang bayarnya perbulan. Supaya kalau suatu waktu mau pindah, gak harus nunggu waktu satu tahun selesai. Sebenernya sih bisa pindah kapan aja walaupun tinggal di kosan yang bayarnya pertahun, tapi sayang dah dibayar.

Kosan keempat: tahu dari teman saya yang tinggal di kosan yang bayarnya perbulan. Ada kabar kamar kosong, langsung embat. Kosan keempat ini adalah kosan yang paling murah harganya. Tapi akhir januari 2012 ini pemilik kosannya meminta seluruh penghuni untuk pindah kosan. Katanya rumah kosan tersebut mau direnovasi total.

Kosan kelima: kosan yang baru saja saya tempati tadi malem dan hari ini barang-barang dari kosan sebelumnya hampir seluruhnya sudah berpindah tempat. Pindahannya baru selesai pukul 15.00 tadi. Ternyata pindahan itu melelahkan dan membutuhkan waktu yang lumayan lama. Sekitar 5 jam waktu yang dibutuhkan untuk pindahan hari ini. Baru nyadar punya barang yang banyak ketika ngangkatin sendiri barang-barang yang berat banget. Tapi enggak sendiri juga deng. Ada teman yang bantuin (makasih ya). Tangan saya lemas jadinya, bahkan sambil ngetik post ini pun masih terasa lemas. Tapi karena pengen nulis, tetep saya lakukan :-).

Makin lama ngetik, makin lemes tangan saya. Udahan dulu ya nulisnya. Mudah-mudahan pindahan selanjutnya bukan lagi pindah kosan, tapi pindah ke rumah tempat tinggal. Amin!!!

Oleh Opan pada
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape