Pak Aruman, Guru Fisikaku

Kalau ditanya siapa guru yang inspiratif, saya akan menjawab salah satunya adalah Pak Aruman. Beliau adalah guru fisika saya ketika SMP. Mata pelajaran fisika menjadi sebuah mata pelajaran asing bagi saya karena sebelumnya tidak pernah saya pelajari di SD. Namanya siy pernah didengar, salah satunya dari teman yang sudah masuk SMP ketika saya masih SD. Tapi ketika diceritakan tentang fisika ujung-ujungnya dikasih embel-embel "fisika itu susah". Sudah mah asing, diberi tahu seperti itu. Makin membuat saya penasaran untuk mempelajarinya. Hahaha. Saya berpikir sesusah apapun, pasti ada yang bisa dan kalau ada orang lain yang bisa, saya juga pasti bisa.

Entah kenapa, selama belajar fisika di SMP pola pikir saya yang muncul malah pola pikir matematis. Guru matematika saya waktu itu membuat saya dapat memahami konsep dengan baik termasuk konsep yang berhubungan dengan mata pelajaran lain, salah satunya fisika. Kelas 7 SMP saya belajar fisika dengan baik walaupun saat itu teman-teman banyak yang mengeluh. Keluhan yang paling banyak muncul adalah keluhan terhadap gurunya. Memang saya akui guru fisika saya waktu kelas 7 suaranya pelan, gaya mengajarnya juga pelan. Tapi sebagai siswa saat itu saya berpikir bahwa dalam belajar, bagaimana pun gurunya siswa harus bisa menyesuaikan agar belajar di kelas bisa maksimal. Belajar fisika yang menyenangkan pada waktu saya SMP adalah ketika saya kelas 8 dan kelas 9. Nah, Pak Aruman ini adalah guru fisika saya waktu kelas 8.

Ada beberapa hal yang membuat saya selalu ingat beliau, bahkan sampai ke alam bawah sadar mungkin. Tidak hanya beliau yang saya ingat sampai ke alam bawah sadar, tapi penjelasan beliau juga begitu. Pemahaman saya terhadap konsep gelombang dan optik bertahan lama hingga akhirnya saya mempelajari kembali kedua konsep tersebut di SMA. Waktu itu saya ingat persis ketika beliau menjelaskan tentang konsep gelombang dan menghubungkan konsep tersebut dengan permasalahan nyata. Beliau menjelaskan alat musik gitar yang akhirnya saya minati sampai sekarang. Beliau menjelaskan tentang senar gitar dan karakteristiknya, frekuensinya yang berbanding terbalik dengan luas permukaan dan panjang senar, dan sebagainya. Karena itulah saya sangat berminat sekali ingin memiliki sebuah gitar dan mempelajarinya. Dan akhirnya saya membeli alat musik tersebut pada saat kelas 9.

Beliau menginspirasi saya supaya banyak mencoba hal baru. Beliau menginspirasi saya untuk menjadi seorang guru. Beliau menginspirasi saya bagaimana menjadi seorang guru. Beliau menginspirasi saya supaya banyak belajar. Beliau menginspirasi saya bahwa tidak perlu jadi orang lain untuk menjadi seorang yang inspiratif, tapi bisa dilakukan dengan peran yang kita mainkan sekarang.

Oleh Opan pada
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape