Semua Diciptakan Berpasangan

Saya terpikir sewaktu mengikuti mata kuliah matematika dasar ketika semester pertama memasuki perkuliahan. Sungguh, rasanya sulit banget menyesuaikan diri dengan dengan "pelajaran" kuliah dibanding waktu sekolah dasar dan menengah dulu. Tapi rasa sulit itu melatih agar saya lebih berpikir lagi. Topik yang dibahas dalam mata kuliah matematika dasar tersebut mengenai logika dan himpunan. Keduanya merupakan salah dua fondasi untuk mempelajari matematika selanjutnya di perkuliahan.

Kebanyakan yang dipelajari dalam logika yang saya rasakan adalah mengenai benar dan salah. Dua kata yang saling bertentangan. Masih dalam konteks dua kata yang bertentangan, siang-malam, lelaki-perempuan, positif-negatif, atas-bawah, depan-belakang, kanan-kiri, pemberani-penakut, dan sebagainya. Setiap mengajukan sesuatu, ada lawannya pasangannya, tidak hanya benda tapi juga sifat. Semua itu berperan dalam menjaga keseimbangan alam. Bayangkan saja jika ada kanan tanpa kiri. Kita tidak bisa berjalan lurus, yang ada hanya berputar di satu tempat. Kendaraan pun bermanfaat bagi manusia karena ada gas-rem. Bisa gawat kalau salah satunya tidak ada.

Dalam konsep matematika pun banyak istilah yang merupakan pasangan seperti bilangan positif pasangannya bilangan negatif. Pembilang pasangannya penyebut. Bagaimana dengan 0(nol)? tentu ada pasangannya pula yaitu bilangan bukan 0(nol), hehe. Mudah memang kalau Kita berpikir bahwa pasangan sesuatu adalah penyangkalan dari sesuatu itu. Dalam logika, pasangan/lawan dari suatu pernyataan adalah negasi/ingkaran dari pernyataan tersebut. Ini mengisyaratkan bahwa segala sesuatu mempunyai pasangan, baik satu atau lebih dari satu.

Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Adz Dzaariyaat (51): 49.

Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.

Namun ayat ini jangan dipahami secara sempit. Pasti ada tujuan mengapa Allah mengungkapkan ayat itu. Sementara beberapa orang yang sebelumnya saya lihat di sebuah forum menanyakan seperti ingin menyangkal tentang konsep berpasangan. Beliau menanyakan mengenai amoeba yang berkembangbiak tanpa pasangan dan mempertanyakannya. Jujur, saya juga gak tahu jawabannya. Mungkin saja saya mendapatkan jawabannya kalau saya berpikir lebih mengenai hal itu. Saya mengimani Al-Qur'an termasuk ayat di atas. Saat ini saya hanya percaya akan ketentuan Allah termasuk ketentuan yang ada pada ayat tersebut. Keterbatasankulah yang tidak bisa menjelaskan hal tersebut.

Wallahu 'Alam

Oleh Opan pada
Seorang guru matematika yang hobi menulis tiga bahasa, yaitu bahasa indonesia, matematika, dan php. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.

Protected by Copyscape